Training ESQ Ugi, mas Riszky, mas Bram, Andedi
Training ESQ BASIC (Ugi, mas Riszky, mas Bram, Andedi)

Pada tanggal 16-17 Juni 2012 (sabtu-minggu) di Menara 165 jalan TB.Simatupang – Jakarta Selatan saya dan kedua temen saya (Ugi dan Mus) mengikuti Training ESQ kelas BASIC. Di mana trainer yang mengisi bukan Pak Ary Ginanjar Langsung, melainkan para kadernya yaitu mas Rizky dan mas Bram (ngga tahu nama lengkapnya, heheh). Alhamdulillah kami mengikuti ini gratis, tanpa mengeluarkan uang sepeserpun karena kebetulan kami sedang magang di ESQ bagian ICT.

Training berlangsung selama dua hari. Kami diberi materi yang menurut saya ini sangat baik jikalau diterapkan. Salah satu materi yang menarik adalah ada 3S kebiasaan orang ESQ yaitu :

  1. Senyum sinergi, nah apabila kita senyum kepada orang lain, hendaknya harus seimbang antara sisi kanan dan sisi kiri, misal 2cm kanan dan 2cm kiri, jangan panjang sebelah, hahahah.
  2. Salam semut, kita sudah tahu kan kalo semut bertemu dengan yang lain sikapnya gimana? Yup, betul. Cipika cipiki kan?? Hahahah…. Dibiasakan ketika kita bertemu dengan sesama anggota training kita harus berpelukan dan tempelkan pipi kiri dan kanan kita secara bergantian dan saling mendo’akan. Tapi ingat!, yang harus yang sejenis, ngga boleh yang lawan jenis. Hahahah
  3. Sahabat sejati, InsyaAllah apabila semua kita lakukan, kita akan menjadi sahabat sejati. Amiiiin……

Training ini menurut saya sangat komplit, kita dibuat bahagia, senang, bangga, sedih dan menangis. Training ini sangat membekas di hati kami. Bahagia, senang dan bangga karena kita bisa berkenalan dengan satu sama lain, banyak Games, banyak humor. Untuk games sendiri itu bukan hanya sekedar games, tapi games yang melatih kita untuk berfikir dan merasakan.

Di antara banyak games, ada dua games yang dapat diselesaikan oleh saya. Yang pertama, ketika salah seorang trainer yaitu mas Bram memanggil salah satu anggota training namanya Pak Yunan ke depan, awalnya keduanya sama-sama dalam keadaan berdiri, sambil bertanya mas Bram duduk, dan Pak Yunan secara tidak sadar ikut duduk, mas Bram berdiri, Pak Yunan ikut berdiri, seterusnya begitu saja, sampai suatu saat ketika mas Bram duduk, dan pak Yunan ingin duduk juga, tapi mas Bram kali ini menahannya, dan bertanya kepada peserta training lainnya termasuk saya, kira-kira begini pertanyaannya: “Apa yang kalian rasakan ketika melihat kondisi seperti ini?”, mas Bram bertanya berulang-ulang dengan pertanyaan yang sama. Sampai akhirnya ada suatu dorongan dalam hati saya untuk mengangkat mas Bram berdiri, tapi ada dorongan juga untuk tidak melakukannya. Sampai akhirnya mas Bram meyakinkan peserta training, “Lakukanlah apa yang ada di dalam diri kalian!”. Mendengar kata-kata itu, spontan saya berlari ke arah mas Bram dan mengangkatnya, tpi mas Bram meronta-ronta kakinya sakit, waduh saya bingung apa yang harus dilakukan, saya minta pak Yunan untuk membantu mengangkat mas Bram, tapi mas Bram tetap meronta-ronta kesakitan, waduh saya tambah bingung kan??? Waktu itu saya berfikir, harus gimana lagi nih, kemudian terlintas di pikiran saya, mas Bram nya tidak bisa diapa-apain maka pak Yunan nya lah yang harus saya dudukan supaya sejajar. Akhirnya saya mendudukan pak Yunan agar sederajat dengan mas Bram. Tiba-tiba mas Bram berkata, “Inilah pahlawan kita!”. Hati saya semakin senang dan bahagia, semua bertepuk tangan tentang apa yang sudah saya lakukan. Dan akhirnya saya dan pak Yunan dikasih hadiah berupa satu buah CD Audio Asmaul Husna Pak Ary Ginanjar dari mas Bram. Di sini kesimpulannya adalah, jika kita melihat sesuatu yang tidak seimbang, maka seimbangkanlah. Apabila kita melihat sesuatu yang tidak adil, maka adilkanlah.

Dan untuk game kedua adalah game meniup balon dan melepaskannya sampai balon tersebut mencapai garis finish. Dipanggil sebagian peserta training ke depan dan dibagikanlah satu buah balon ke masing-masing peserta. Aturannya adalah, di awal permaianan, tiup balonnya terlebih dahulu. Ketika peluit sudah berbunyi lepaskan balonnya, ambil dan tiup kembali balommya sampai melewati garis finish yang sudah ditentukan. Pada waktu itu, banyak yang tertukar balonnya, temen saya (Ugi) balonnya diambil orang lain sehingga dia tidak bisa melanjutkan permainan, kasian banget, ahahahahha. Sampai akhirnya ketika ingin sampai garis finish, ada dua peserta yang dekat, saya dan satu peserta yang lain, saya hanya berjarak satu meter lagi untuk sampai garis finish, tanpa berfikir panjang, saya tiup balonnya sebentar dan lepaskan. Balon saya pertama menyentuh finish pertama, semua bergembira, semua tepuk tangan, saya mendapatkan hadiah satu buah piala, satu buah CD Audio Asmaul Husna dan satu buah buku Munajar Suara Hati.

CD Audio Asmaul Husna, Mr.Zero dan Buku Munajat Suara Hati
CD Audio Asmaul Husna, Mr.Zero dan Buku Munajat Suara Hati

Kesimpulan permainan tersebut adalah, ketika kita melakukan sesuatu kita harus memiliki visi dan misi yang jelas atau tujuan yang jelas, jangan berpikir “lets it flow” mengalir apa adanya.

Training ESQ selama dua hari yang sangat berharga dan tidak bisa dilupakan. Banyak hikmah di dalam training ini, terlalu banyak apabila saya ceritakan semuanya di sini. Tulisan ini merupakan bagian kecil atas apa yang sudah saya dapatkan di dalam training ESQ. Semoga kita semua menjadi pribadi yang berkarakter…… Amiiin

Catatan : ESQ => Emotional dan Spiritiual Quotient (Kecerdasan emosi dan spiritual). Mr.Zero adalah boneka yang merupakan ikon dari ESQ.

Advertisements